Sabtu, 13 Mei 2017

#130517TM11 Sistem Perencanaan dan Pengendalian Persediaan

Pengertian MRP, MRP II, JIT dan KANBAN



NO
MRP
MRP II
JIT
KANBAN
1
MRP is one proce-dure for determining these release times (and the quantities to be released.
( hal : 161)
MRP II is a system in wich the entire production environment is evaluated to allow master schedule to be adjusted and created based on feedback from current production.
( hal : 164)
JIT, a philosophy in which materials and components required in the production process are available at exactly the time required.
( hal : 164)
KANBAN is a Japanese word meaning card, and a manual inventory management system developed by Toyota.
( hal : 164)
2
MRP is such a computerized inventory planning and control system.
( hal : 161)
MRP II is designed to allow feedback a system to adjust the  master production schedule base on condition monitored in the purc-hasing.
( hal : 173)
JIT philosophy suggest that a special manufacturer / vendor relationship must be achieved,  not the least of wich is mutual trust.
( hal : 176)
KANBAN are to level the work force, minimize stock, and cut down delays and problems.
( hal : 179)
3
MRP begins with a master schedule of demand for finished goods.
( hal : 161)
MRP II will be effective only if feedback information is timely and accurate.
( hal : 175)
One objective would be the concept of zero inventories, although inventories are only one component of the JIT philosophy.
( hal : 176)
Contrary to some popular notions, some lot sizing is required in KANBAN.
( hal : 179)
Kesimpulan
sistem yang digunakan untuk perencanaan dan pengendalian item barang (komponen) yang tergantung pada item ditingkat yang lebih tinggi
sistem yang terintegrasi melingkupi faktor tambahan seperti perencanaan jangka panjang, master schedulling, rough cut capacity planning dan shoop floor control.
suatu sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin 
sistem pengaturan yang membantu menentukan apa, kapan, dan berapa banyak sebuah produk harus dibuat.





























































HUBUNGAN MRP, MRP II, JIT, KANBAN DENGAN MHE


MRP
MRP II
JIT
KANBAN




MHE

Program MRP adalah program yang dibuat untuk memudahkan kegiatan penyediaan barang sehingga MRP memiliki hubungan dengan MHE dalam segi penyediaan dan Penangan suatu barang tertentu.

Program MRP II memiliki hubungan dengan MHE dalam segi Penyediaan dan handling rhadap suatu barang tertentu.

MHE merupakan suatu program yang mendalami tentang bagaimana menangani suatu barang, tentunya berpengaruh dalam JIT karena penanganan barang tersebut akan berpengaruh terhadap waktu yang akan dihasilkan.

Dalam kegiatan MHE berpengaruh kepada sistem KANBAN karena kegiatan MHE dapat mestabilkan proses produksi sehingga tercapai kenginan yang maksimal bagi pelanggan.

Sabtu, 06 Mei 2017

#060517TM10 Safety Stock

  • Pengertian Inventory
Biegel (1978, p. 90) menyatakan bahwa Inventory adalah material yang disimpan di sebuah ruang penyimpanan yang tujuannya adaah untuk digunakan atau dijual pada waktu tertentu.

Pemahaman : inventory adalah suatu barang yang disimpan di sebuah tempat penyimpanan dengan tujuan untuk diproduksi kembali atau dijual..
  • Fungsi Inventory
"Inventories serve to isolate the supplier, the producers, and the consumer. Inventories also permit the procurement of raw materials in economic lot sizes as well as the processing of these raw materials into finished goods in the most economical quantities." Biegel (1978, p. 91)
      
Pemahaman : Persediaan berfungsi untuk melindungi kelangsungan produksi dan pemeriksaan permintaan pelanggan dari ketidakpastian pasokan, permintaan dan lead time.
  • The Fixed - Order - Size Inventory System 
"Requires that the amount of stock or inventory on hand is known at all times. It further requires that the person or persons responsible for the inventory know the order level for each stock-keeping item." Biegel (1978, p.95)

Pemahaman : The fixed order size inventory system adalah sistem pemesanan yang dilakukan pada pemesanan ketika persediaan tersebut mencapai titik pemesanan kembali.

  • The Fixed - Order - Interval System
“A variation of the fixed order interval system is to establish an intermediate value of the maximum inventory at reorder such that if the stock on hand at a review period is between the maximum inventory at reorder and the maximum expected inventory, no order will be placed.” Biegel (1978, p. 94)

Pemahaman : The fixed order interval system adalah sistem pemesanan yang dilakukan pada interval waktu tertentu dengan jumlah pemesanan yang berbeda
         
  • Safety Stock
Safety stock or fluctuation stock are held to meet variations of actual demand from forecast deman, of actual production from planed production, and of actual lead times from expected lead times. Safety stock levels should be set to provide economic protection against being out of stock."
(Biegel, 1987 , p. 97)

Pemahaman : Safety stock adalah tingkat stok ekstra yang dipertahankan untuk mengurangi risiko stock out (kekurangan bahan baku atau kemasan) karena ketidakpastian pasokan dan permintaan

Sabtu, 29 April 2017

#290417TM9 Capex, Opex, Life Cycle asset, Disposal dan Inventory

  • Capex : Alokasi yang direncanakan dalam budget untuk melakukan pembelian / perbaikan / penggantian segala sesuatu yang dikategorikan sebagai aset perusahaan secara akutansi
Sumber Kutipan  : wordpress.com
 
Pemahaman : Biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan suatu barang atau memperbaiki suatu alat perusahaan yang sudah kurang kinerjanya
  • Opex : Alokasi yang direncanakan dalam budget untuk  melakukan operasi perusahaan secara normal
Sumber Kutipan : wordpress.com
 
Pemahaman : Opex adalah biaya yang digunakan untuk menjalankan suatu produksi dari perusahaan
  • Life Cycle Asset : Mempertimbangkan semua pilihan dan strategi manajemen sebagai bagian dari aset masa pakai (life cycle) dari perencanaan sampai dengan disposal
Sumber Kutipan       : wordpress.com
 
Pemahaman    : manajemen aset mencakup proses perencanaan dan monitoring aset aset fisik selama umur penggunaannya oleh suatu perusahaan, dimulai dari kebutuhan akan aset, pengoperasian aset dan penghapusan aset
  • Disposal : Penyingkiran barang-barang inventaris, karena tidak diperlukan atau digunakan lagi

Sumber Kutipan       :  IBNU SYAMSI
 
Pemahaman : Kegiatan penghapusan aset aset yang sudah tidak diperlukan dan sudah tidak berfungsi lagi
  • Inventory : Simpanan material yang berupa bahan mentah, barang dalam proses dan barang jadi.
Sumber Kutipan       : SUMAYAH 2003
 
Pemahaman : inventory adalah suatu tempat untuk menyimpan barang mentah maupun barang jadi untuk diproduksi dan dijual

Minggu, 02 April 2017

#020417TM7 Asset Management

INTRODUCITION to ASSET MANAGMENT
Asset management : “Given a business or organizational objective, Asset management is the set of activities associated with identifying what assets are needed, identifying funding requirement, acquiring assets, providing logistic and maintenance support systems for assets, disposing or renewing assets so as effectively meet the desired objective”
Menurut saya  manajemen asset adalah pengelolaan tentang barang terlihat maupun brang yang tidak terlihat dari perusahaan tersebut, unutk melihat kegunaan dan manfaat barang tersebut dari masa kini mau pun masa yang akan datang.
 What is an asset ?
Aset adalah barang fisik seperti mesin, bangunan, dan kendaraan dan informasi yang terasosiasi yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional suatu organisasi.
Macam – macam asset :
a.     Aset lancar :
·        Kas
·        Piutang
·        Persediaan Barang
b.     Aset tetap :
·        Bangunan
·        Mesin
·        Alat Produksi
c.      Hutang jangka pendek :
·        Akun hutang
d.     Hutang jangka panjang :
·        Modal Usaha
The assets life cycle.
Identifikasi peluang bisnis atau kebutuhan.
• Aset kemampuan gap analisis dan persyaratan analisis
• Analisis Pra-kelayakan, fisik dan keuangan - Pilihan pilihan
• perencanaan Kelayakan, fisik dan keuangan - untuk pilihan yang dipilih
• Akuisisi, pengembangan dan implementasi
• Operasi, dukungan logistik dan pemeliharaan
• Memantau dan ulasan
• Pembuangan
Life Cycle Costing
Aim of Life Cycle Costing
Life Cycle Costing (LCC) is the analysis of the cost of acquiring, introducing, operating, maintaining and disposing of equipment. It is “cradle to grave” cost analysis. The aim of life cycle costing is to avoid doing something stupid, such as neglecting or badly estimating a major cost area.
Life cycle costing is applied initially at a broad brush level to assist with capability development analysis, and later at a more refined level in the course of making a firm acquisition decision. It is intended to ensure that all relevant costs are identified, and that through life costs are considered at the planning, acquisition and budgeting stages.
Life Cycle Asset Management Plan
Life cycle costing is dependent on the determination of the life cycle asset management plan. This involves identifying the main elements of the operating, maintenance, repair and overhaul strategy, and then estimating the associated costs. The costs and resources will depend on the quantity of equipment, the rate of utilization and the maintenance requirements. The details must reflect current decisions regarding equipment type and operating rates. If operating rates, for example, are significantly changed, the life cycle asset management plan and costs must be reviewed.
Life Cycle Costing Elements
The topics listed in this section form a check list of items to be considered in Life Cycle Costing. The main areas considered are: 


·         Acquisition
·         Installation
·         Transportation
·         Operations
·         Computer systems
·         Engineering
·         Maintenanc
·         Support services
·         Supply
·         Spares / Cataloguing
·         Training
·         Disposal
Know Your Assets
         Awereness of Key Assets
Manajemen aset yang sukses tergantung pada manajer pemahaman memiliki pemahaman dalam penggunaan aset yang diperlukan untuk secara fisik sesuai dengan kebutuhannya.
         Criticality
Untuk perencanaan aset kita perlu memahami kekritisan berbagai item. dalam hal ini kritis dalam penggunaan aset akan mempengaruhi tingkat produksi.
         Expert teams
Expert teams adalah sekelompok orang dengan pengetahuan khusus tentang area kerja fungsional tertentu atau jenis tertentu. Bidang ini yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan penggunaan atau pengadaan aset.
         Backlogs
Backlogs adalah indikator sederhana dari kurangnya sumber daya di daerah-daerah tertentu. Backlog berfungsi untuk mengidentifikasi kurangnya sumber daya, yang selanjutnya memberikan masukan dalam mengisi kekurangan tersebut.

Sabtu, 01 April 2017

#010417TM6 Economic Lot-Size Determinations Kursi


Produk
Sales Rate (sk)
Production Rate (pk)
Inventory Cost (ik)
Setup Cost (Ak)
1 – sk/pk
sk . ik (1 – sk/pk)
Meja kursi
2000
10000
Rp. 60.000
Rp. 80.000
0,8
Rp. 96.000.000
Kaki kursi
2000
8000
Rp. 50.000
Rp. 120.000
0,75
Rp. 75.000.000
Sandaran kursi
2000
3000
Rp. 80.000
Rp. 150.000
0,333
Rp. 53.280.000
Dudukan kursi
2000
5000
Rp. 20.000
Rp. 100.000
0,6
Rp. 24.000.000
Rak kursi
2000
5000
Rp. 40.000
Rp. 100.000
0,6
Rp. 48.000.000
Total
10000
30000
Rp. 250.000
Rp. 550.000
3,083
Rp. 296.280.000


Fs = 0,00371

Produk
Unit per-cycle (qm=sk x fs )
Days per-cycle (qm.240/pk)
Meja kursi
7
0,000724
Kaki kursi
7
0,21
Sandaran kursi
7
0,56
Dudukan kursi
7
0,336
Rak kursi
7
0,336
Total
35
1,442724